Sunday, 25 August 2013

Prakiran Biaya Untuk Membesarkan Anak


Semua orangtua pasti tak akan keberatan untuk mengeluarkan biaya untuk membesarkan anaknya. Biaya untuk membesarkan anak bisa jadi tak terhitung biayanya. Dan DompetPintar yakin semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya.

 Meski tak terhitung biaya yang dibutuhkan, tapi paling tidak akan lebih baik jika Anda memiliki ancang-ancang biaya untuk membesarkan anak. Sehingga Anda bisa melakukan perencanaan keuangan keluarga yang baik.

 Apa Saja Pengeluaran untuk Anak?

 Pos pengeluaran untuk anak meliputi :
  • biaya makan
  • biaya transportasi
  • biaya pakaian
  • biaya kesehatan
  • biaya pendidikan
  • biaya lain-lain
Tentu tiap orang bisa berbeda dalam menetapkan biaya untuk anaknya karena tergantung dari biaya hidup di daerah tempat tinggal, serta daya ekonomi orang. Biaya-biaya untuk anak ini sekedar ilustrasi dari DompetPintar untuk mengetahui berapa besar yang dibutuhkan untuk membesarkan anak secara layak.

Saat anak usia 0-1 tahun:
  • biaya makan: anggaran beli susu anak sebulan Rp 400 ribu, anggaran beli makanan tambahan anak sebulan Rp 200 ribu
  • biaya pakaian: beli pakaian anak sebulan Rp 200 ribu
  • biaya kesehatan: anggaran untuk perawatan kesehatan Rp 300 ribu
  • biaya lain-lain: biaya untuk membelikan mainan Rp 100 ribu
total biaya bulanan: Rp 1,2 juta
biaya anak selama setahun : rp 1,2 juta X 12 = Rp 14,4 juta

Saat anak usia 1-2 tahun:
  • biaya makan: anggaran beli susu anak sebulan Rp 300 ribu, anggaran beli makanan anak sebulan Rp 300 ribu
  • biaya pakaian: beli pakaian anak sebulan Rp 100 ribu
  • biaya kesehatan: anggaran untuk perawatan kesehatan Rp 200 ribu
  • biaya untuk membelikan sabun, shampoo, pasta gigi anak Rp 100 ribu
  • biaya lain-lain: biaya untuk membelikan mainan Rp 100 ribu
total biaya bulanan: Rp 1,1 juta
biaya anak selama umur 1-2 tahun : (Rp 1,1 juta X 12) X 2 = Rp 26,4 juta

Saat anak usia 3-5 tahun:
  • biaya makan: anggaran beli susu anak sebulan Rp 200 ribu, anggaran beli makanan anak sebulan Rp 400 ribu, anggaran beli makanan ringan anak sebulan Rp 100 ribu
  • biaya pakaian: beli pakaian anak sebulan Rp 200 ribu
  • biaya kesehatan: anggaran untuk perawatan kesehatan Rp 200 ribu
  • biaya untuk membelikan sabun, shampoo, pasta gigi anak Rp 100 ribu
  • biaya pendidikan: anggaran untuk anak sekolah di PAUD dan TK: Rp 100 ribu
  • biaya lain-lain: anggaran biaya lain-lain Rp 300 ribu
total biaya bulanan: Rp 1,6 juta
biaya anak selama umur 3-5 : (Rp 1,6 juta X 12) X 3 = Rp 57,6 juta

 Total biaya membesarkan anak dari usia 0-5 tahun = Rp 14,4 juta + Rp 26,4 juta +  Rp 57,6 juta = Rp 98,4 juta

Itulah gambaran biaya membesarkan anak dari usia 0-5 tahun. Yang disampaikan oleh DompetPintar ini tentu saja masih berupa hitungan kasar. Jadi Anda bisa sesuaikan dengan kondisi Anda sendiri.

Dengan mengetahui berapa biaya untuk membesarkan anak, diharapkan Anda bisa merancang keuangan keluarga Anda dengan lebih baik.

Sumber dari :
 http://www.dompetpintar.com/article/r1mr/biaya-membesarkan-anak

Rejeki Itu Berputar Layaknya Siklus



“Rezeki itu berputar layaknya siklus. Menahannya berarti merusak putaran. Membaginya berarti menyempurnakan putaran. Sebagaimana milikmu mengalir pada orang lain, milik orang lain pun mengalir padamu.”

 Kehidupan senantiasa berada dalam kesempurnaan putaran. Sesuatu yang ada pada kita, akan mengalir pada yang lain. Persis sebagaimana yang kita terima pun berasal dari orang lain.

 Layaknya putaran roda, berhati-hatilah tuk menyentuh putarannya, apatah lagi berusaha menghentikannya. Sebab akibatnya sungguh fatal. Demikianlah kiranya menahan apa yang ada padamu, sedang sejatinya ia tak kau perlukan. Jangan heran jika tak berapa lama apa yang menjadi hakmu pun tak kunjung tiba. Bukankah acapkali kita dapati para kikir semakin fakir? Maka cermatlah kala apa yang kau pinta tak terwujud jua, sebab bisa jadi kau menahan apa yang seharusnya kau lepaskan.

 Sementara membagi rezeki persis seperti membiarkan roda berputar dengan mulus tanpa hambatan. Segera saja kau dapati bahwa setiap titik kan kembali pada tempatnya semula. Begitupun rezeki yang kau bagikan, ia kan kembali padamu jua, bahkan dalam lipatan yang tak disangka-sangka. Persis seperti roda yang melahirkan tenaga lebih besar kala diputar lebih cepat.

Sumber dari :
 http://www.asuransicerdas.com/rezeki-itu-berputar/

Ada 5 Alasan Kenapa ASURANSI Itu Penting !


5 Alasan Kenapa Asuransi Itu Penting !

1. Hidup penuh ketidak pastian (artinya siapapun Bisa sakit atau kecelakaan secara tiba-tiba tanpa ada kita duga sebelumnya) dan jika itu terjadi maka ada pengeluaran Dana yang cukup besar, pertanyaannya Apakah Anda sudah siap jika hal itu terjadi secara tiba-tiba pada diri Anda ?

2. Hidup terlalu Tua hingga usia 75 th, sedangkan usia Produktif rata-rata orang Indonesia adalah 55 th, artinya ada masa 20 th yang tidak Produktif lagi, sedangkan hidup Perlu biaya. Apakah Anda Sudah Mempersiapkannya ?

3. Hidup Terlalu Singkat (meninggal secara tiba-tiba karena Sakit Kritis atau kecelakaan di Usia muda, sedangkan kita meninggalkan Anak dan istri) warisan dalam bentuk Aset belum ada, tabungan belum ada, Apakah Anda Rela Anak-anak Terbengkalai di jalanan ?

4. Biaya Kesehatan yang semakin Mahal (kalaupun ada JKSO = Jaminan Kesehatan Semua Orang). Itu hanya sementara dan harus di rawat sekamar 8 orang, yang membuat kita malah tambah sakit. Apakah Anda mau seperti itu ?

5. Biaya Pendidikan yang selalu naik. (Memberi Pendidikan terbaik kepada putra putri adalah Impian semua orang), tapi Anda tidak cukup cuma BERMIMPI, harus ada Action nyata Demi masa depan Anak ! 
Asuransi Pendidikan adalah salah satu Solusi Pendidikan Masa Depan Putra Putri Anda, jangan Tunggu Anak Kuliah dulu baru teringat Dana Pendidikan, Terlambat !
Rencanakan sejak mereka masih usia di bawah 10 th.
Jadilah orang yang Bijak dalam Mempersiapkan hidup ini!
Penyesalan selalu datang terlambat...

Thursday, 22 August 2013

Tips Mengelola Hutang Konsumtif


Kita pasti sangat tidak mau memiliki utang. Apalagi sampai harus dikejar debt collector. Perbandingan antara utang dengan aset/kekayaan yang kita miliki idealnya kurang dari 50%, itupun kita lihat lagi, apakah utang tersebut lebih banyak utang produktif atau kebanyakan malah hutang konsumtif. 

 Sebelum membahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita harus bisa membedakan utang tersebut jenis utang produktif atau utang konsumtif. Gampangnya, jika kita membeli suatu barang/jasa yang nilai dan manfaatnya terasa sangat besar dan nilai dari barang/jasa tersebut bisa bertambah atau menciptakan nilai tambah dikemudian hari maka itu adalah utang produktif. Contoh:membeli rumah dengan KPR. 

 Namun jika kita membeli sesuatu hanya untuk memenuhi keinginan dan bukan kebutuhan, apalagi demi menunjang gaya hidup, dan dengan utang tersebut tidak ada nilai tambahnya sama sekali bahkan cenderung membebani keuangan kita dimasa depan, maka dapat dipastikan itu adalah jenis utang konsumtif yang harus dihindari. 

 Jika yang Anda miliki adalah utang produktif dengan porsi perbandingan utang dengan kekayaan sedikit diatas 50%, jika Anda masih muda dan usia masih produktif  untuk bekerja tidak masalah menurut  saya, bahkan memacu Anda untuk lebih semangat dalam bekerja.

 Tentunya dalam melunasi utang produktif ini harus enjoy. Sebaliknya, walau Anda masih muda, namun mudah sekali stress maka tetap porsi utang produktif berbanding dengan kekayaan harus dibawah 50%
Nah, jika yang Anda miliki ternyata utang konsumtif ini yang harus diwaspadai. Saya menyarankan untuk Anda segera dalam melunasi utang konsumtif ini. Berikut adalah tips untuk melunasi hutang konsumtif yang nilainya besar:

1.       Tanamkan dalam hati bahwa Anda bertekad untuk melunasi semua utang tersebut, dan terus berpikir positif bisa melunasi hutang tersebut.

2.       List daftar utang dan bagilah utang tersebut dalam beberapa kelas bunga/denda yaitu utang dengan bunga tinggi, sedang, rendah dan tanpa bunga. 

3.       Tingkat kenyaman seseorang untuk membayar utang sebenarnya adalah tidak melebihi 35% dari pendapatan perbulan, namun pada kasus khusus seperti ini, semakin besar bisa mengangsur untuk membayar utang akan semakin baik. Dayagunakan semua aset lancar yang ada untuk membayar utang konsumtif, terutama yang bunganya paling tinggi terlebih dahulu.

4.       Untuk sementara hiduplah dengan gaya hidup paling minimal yang Anda bisa. Memang ini sebuah pilihan sulit, namun ibarat minum obat, walau pahit tetap harus diminum. Begitupun dengan penanganan utang konsumtif ini. cara ini harus ditempuh, sehingga sisa uangnya bisa digunakan untuk membayar utang.
 
5.       Cobalah minta keringanan dengan pihak kartu kredit, sertakan bukti bahwa memang tidak sanggup membayar pokok+bunganya saat ini, namun tetap beritikad baik untuk membayar pokoknya. banyak orang yang menempuh jalan ini dan ternyata berhasil hanya membayar pokoknya saja plus diberikan keringanan untuk mengangsur.

6.       Jalankan komitmen pembayaran hutang point no 3, yaitu  membayar utang dengan bunga tinggi terlebih dahulu sampai lunas atau porsi yang lebih besar. ini untuk menghindari utang yang menggulung yang akan membebani arus kas Anda tiap bulannya. Utang dengan tingkat bunga sedang dan kecil tetap harus dibayar sejumlah minimalnya. Ini untuk menghindari dikejar-kejar debt collector. Tentu Anda tidak ingin berurusan dengan para debt collector bukan?

7.       Setelah utang dengan tingkat bunga paling tinggi lunas, maka lunasi utang dengan tingkat bunga sedang lalu rendah kemudian utang tanpa bunga.

8.       Sejalan dengan semua upaya yang dilakukan maka carilah pekerjaan sampingan atau penghasilan tambahan yang dikuasai, jika nominal hutang sangat besar, ini untuk mempercepat pelunasan utang. pekerjaan sampingan/penghasilan tambahan ini bisa bermula dari hobi atau keahlian lain yang Anda miliki

9.       Jika memang jumlah utang sangat besar,  lihat lagi daftar aset yang dimiliki apakah ada yang bisa dicairkan atau dijual untuk membayar utang dengan bunga. Biasanya orang-orang merasa sayang akan asetnya jika harus dipergunakan untuk membayar utang namun mari kita hitung-hitungan. Seandainya Anda punya deposito dengan tingkat bunga atau bagi hasil hanya 4%/tahun (net setelah potong pajak) sedangkan bunga kartu kredit bisa 36% pertahun bahkan lebih karna bunga berbunga, maka sudah jelas RUGI jika tetap menahan deposito dengan bunga hanya 4%/tahun. Untuk menjual barang berharga lainnya memang harus TEGA untuk masa depan dan kenyamanan Anda sendiri

10.   Jika telah lunas, berjanjilah pada diri sendiri  untuk tidak terjebak dalam utang konsumtif lagi. jujur lah pada diri sendiri mengenai kesanggupan gaya hidup yang saat ini dimiliki. dan jika meggunakan kartu kredit, bayarlah sampai lunas sebelum jatuh tempo. Buat anggaran terpisah untuk belanja dan bersenang-senang/shopping account

 Langkah selanjutnya adalah mulailah membuat perencanaan keuangan untuk pribadi dan keluarga (jika sudah berkeluarga), untuk kehidupan yang lebih nyaman dan tentram. bisa dengan membuat perencanaan sendiri atau menggunakan jasa perencana keuangan.

Sumber dari :
 http://www.aktual.co/tatadana/begini-cara-mengelola-utang-menggunung-

Menyiapkan Dana Pendidikan Dengan Cara Deposito


Hampir sama dengan menabung, deposito adalah menyimpan uang di bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank mensyaratkan jumlah minimal untuk bisa membuka deposito yaitu Rp  8.000.000. Anda tak bisa mengambil uang kapan saja seperti tabungan. Uang yang didepositokan tak bisa ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun. Dana deposito bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek seperti uang les.

Untuk membuka deposito memang tidak ada keharusan kapan waktunya. Namun ada baiknya sejak balita Anda sudah memilikinya. Sisihkan 10% dari pendapatan setiap bulannya kemudian bila dana sudah mencukupi bukalah deposito. Semakin besar jumlah uang yang Anda depositokan tentu akan semakin besar pula dana yang Anda terima setiap bulannya.

Jika Anda ingin dana deposito bertambah, buatlah deposito dalam bentuk auto roll over, artinya bunga yang diterima setiap bulannya ditambah ke dalam jumlah dana deposito sehingga setiap bulan dana deposito bertambah jumlahnya.

Contohnya, Anda punya deposito Rp 100.000.000. Setiap bulan bunga yang diterima sebesar Rp 500.000 sehingga jumlah menjadi Rp 100.500.000. Bulan depannya jumlah Rp 100.500.000 akan dibungakan lagi. Demikian setiap bulannya.

Sumber dari :
 http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/siapkan.deposito.untuk.sekolah.anak