Wednesday, 31 July 2013

7 Cara Cari Uang Cepat


Lebaran sebentar lagi pasti kebutuhan makin meningkat. Tapi kalau saat ini kantong kita benar-benar kosong padahal pingin beli ini itu untuk menyambut hari raya, pasti bikin kepala cenut-cenut. Hhe.. 

Kalo kata neng Dea Ananda:
Baju baru Alhamdulillah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama...


Maka, segeralah ambil langkah, cari uang cepat.

Dan dari sekian banyak cara cari uang cepat, saya menemukan sebuah referensi dari daily finance tentang cara cari uang cepat yang masih rasional untuk Anda jalankan. 
Ini dia 7 cara cari uang cepat versi daily finance.

  1. Cari kerja sampingan. Ide untuk kerja sampingan selalu saja jadi solusi yang paling akrab di telinga Anda. Tapi kalau Anda sedang cari uang cepat, kerja sampingan yang Anda cari bukan lagi pekerjaan yang biasa. Karena apapun pekerjaannya, Anda baru menerima gaji pada bulan berikutnya. Cari pekerjaan dengan potensi pendapatan dari tips yang besar, seperti pelayan resto tambahan di akhir minggu, supir taksi cadangan, penulis lepas, get paid to, bagi brosur di jalan atau sekedar antar pizza. 
  2. Jual karya Anda. Beberapa orang memang memiliki bakat tertentu dalam kerajinan tangan. Misal Anda pandai membuat bross, gelang manik-manik, syal atau pernak-pernik wanita lainnya. Coba buat karya Anda ini, lalu hasilnya upload di facebook atau BBM. Tawarkan hasil hand made Anda ke teman atau relasi Anda. Dalam waktu beberapa hari, Anda sudah bisa menghasilkan uang cepat. Selain itu, gunakan iklan gratis di internet. Anda akan terkejut dengan hasilnya !!
  3. Jual barang tak terpakai.
    Coba dech bongkar-bongkar seisi rumah Anda. Biasanya Anda akan menemukan “harta karun” yang ternyata masih punya nilai ekonomis. Mungkin stroller bekas anak Anda dulu, sepeda anak Anda yang sudah kekecilan atau gaun tidur cantik jaman Anda masih langsing. Buka penawaran di berbagai forum jual beli dan siap-siap menerima uang dalam beberapa hari. 
  4. Loak barang bekas. Kalau ternyata hasil bongkar-bongkar rumah tak membuahkan hasil, masak iya sih Anda nggak nemu barang bekas yang setidaknya bisa Anda loakan? Jangan salah, besi bekas atau kardus juga bisa menghasilkan uang. Kalau ternyata sudah habis, Anda bisa datangi tetangga Anda untuk Anda minta atau beli dengan murah untuk Anda jual lagi.
  5. Titipkan kue produksi Anda atau kenalan Anda. Lagi-lagi coba manfatkan kebisaan Anda. Bila Anda jago bikin kue atau penganan, ini bisa jadi potensi Anda untuk cari uang cepat. Coba saja Anda buat kue, donat atau kue fancy mochi misalkan. Lalu titipkan ke toko kelontong atau ke penjaja kue keliling. Anda juga bisa titipkan kue Anda ke kantin sekolah. Kalau Anda nggak bisa buat kue, cari kenalan, tetangga atau siapa saja yang bisa buat kue. Pesan ke dia, jual dan promosikan kemana saja. Anda tahu franchise tela-tela? Awalnya dia cuma goreng tela, sekarang punya outlet sampai ratusan.
  6. Sewakan aset Anda.
    Cari uang cepat dengan aset? Jelas bisa. Di rumah Anda ada sebuah kamar kosong? Atau Anda punya sebuah motor yang tidak setiap saat Anda pakai? Kenapa tidak Anda sewakan saja? Mau tahu siapa orang yang melakukan hal tersebut kemudian sukses? Mas Yanuar Gajaksahda! Pemilik rental mobil dan motor serta hotel ini awalnya cuman nyewain kamar kost dan pinjem motor temen yang nggak kepake buat dia rentalin. Sekarang? Beliau punya motor 30 biji lebih, mobil 3 buah, 1 usaha tour and travel serta hotel 1 ekor, eh salah… 1 buah.
  7. Usaha dropship tanpa jaminan. Salah satu model pemasaran yang belakangan muncul dan marak dilakukan adalah dropship tanpa jaminan. Contohnya bisnis kain premium katun dari Jepang. Anda cukup mendaftar dan ijin ke pemiliknya untuk memasarakan produknya, setelah itu Anda akan mendapatkan katalog produk online. Dari katalog ini Anda bisa melakukan penawaran melalui media BBM atau FB dan Twitter. Setiap pemesanan bersifat pre-order. Setelah terkumpul minimal 10 pesanan, barang akan dikirim ke alamat pembeli masing-masing oleh si perusahaan penyedia produk. Anda tidak modal buat kulakan barang dan biasanya pendaftarannya gratis.  
Sekian informasi tentang 7 ide cara cari uang cepat yang rasional yang bisa Anda terapkan. Prinsipnya adalah keberanian Anda, berani gagal dan terus mencoba. Ok gitu aja, selamat menebalkan kantong…
Sumber dari :
http://tipscarabuat.blogspot.com/cara-cepat-mencari-uang-ala-daily

Tips - Tips Perencanaan Keuangan


Ingin bebas krisis finansial? Ikuti strategi Perencanaan Keuangan dari Ligwina Hananto dalam bukunya "Plan Now"

1. Biasakan cermat mengelola uang, manfaatkan investasi berkala, tentukan tujuan finansial utama dan tujuan finansial lainnya.

2. Mulai mengubah dan mengaktifkan uang. Siapkan dana darurat dan dana cadangan, raih tujuan finansial terdekat -jangka pendek dan menengah- serta tambah dana darurat hingga lebih dari 12 bulan.

3. Alokasi dana pembelian aset aktif. Awali dengan menambah pengetahuan tentang keuangan, mencari lokasi informasi alternatif aset aktif (bisnis, properti, surat berharga) setelah itu baru action.

4. Menerima pendapatan pasif. Beli aset aktif dan mulailah menerima pendapatan pasif sehingga jumlahnya  - lama-lama -  setara dengan pengeluaran bulanan Anda. Sambil menunggu, teruslah mencari informasi alternatif aset aktif. Anda disebut mencapai tujuan finansial dan bebas secara finansial bila pendapatan pasif Anda lebih besar daripada pengeluaran bulanan. Hore!

Sumber dari :
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/keuangan/strategi.perencanaan.keuangan

Monday, 29 July 2013

Tips Bagaimana Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak


Apakah Anda memiliki kartu kredit?
Berapa kartu yang Anda miliki?
Dengan semakin mudahnya mendapatkan kartu kredit, tak jarang orang memiliki kartu plastik ini dalam jumlah fantastis. Bisa 4, 5, 6 atau bahkan 10. Kartu kredit ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi dia membantu transaksi tanpa perlu mengeluarkan uang tunai, di sisi lain dia mendorong orang untuk konsumtif dan membeli sesuatu di luar kemampuan.

Lantas bagaimana menggunakan kartu kredit secara bijak? Ikuti tips berikut:

1.  Bayar Tagihan Tepat Waktu

Kartu kredit adalah kartu hutang. Karenanya harus dibayar tepat waktu atau hutang itu akan menggunung seiring dengan berjalannya masa. Catat kapan jatuh tempo kartu Anda dan bayar beberapa hari sebelum deadline. Ingat, selisih satu hari akan membuat Anda kena denda keterlambatan, bunga atas belanja, dan berbagai biaya administrasi lainnya.

2. Bayar Tagihan Secara Full

Kartu kredit bukan uang tambahan. Sejatinya dia adalah alat pembayaran. Ketika Anda menggunakan kartu kredit, seharusnya Anda memiliki uang minimal sama dengan limit kartu kredit tersebut. Artinya, Anda tidak membelanjakan uang yang sebenarnya tidak dimiliki. Apa yang Anda lakukan hanya mengganti alat pembayaran dengan kartu sementara ini dan segera melunasinya secara full.

Jangan terkecoh dengan pembayaran 10% dari pemakaian karena ini berarti Anda akan dikenakan bunga untuk sisa yang belum dibayar. Orang yang membayar 10% seperti ini biasanya tidak pernah bisa menyelesaikan hutang kartu kreditnya sebelum mereka melepas aset yang berharga.

3. Belanja Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

Godaan terbesar orang yang memiliki kartu kredit adalah menggesek di sembarang tempat. Ya, ketika jalan ke mall dan cuti mata, Anda membeli sepatu dan baju baru. Masuk ke restoran cukup membayar dengan sebuah gesekan. Saat itu mungkin Anda kelihatan keren dan meyakinkan. Tapi sadarilah kemampuan keuangan Anda. Beli hanya yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. Tak ada gunanya menuruti gengsi jika Anda sengsara kemudian.

4. Jangan Pernah Mengambil Uang Tunai

Salah satu alasan orang memiliki kartu kredit adalah untuk “berjaga-jaga” jika ada kebutuhan mendesak. Karena itu ketika merasa perlu uang tunai tinggal gesek atau masuk ke ATM dan dana pun diterima. Sepintas alasan ini benar dan masuk di akal. Padahal, jika Anda ingin mempersiapkan dana darurat, maka menabunglah. Jika Anda menganggap limit kartu kredit sebagai dana berjaga-jaga, maka menabunglah sejumlah uang yang sama dan itulah dana berjaga-jaga sesungguhnya.

Mengambil uang tunai lewat kartu kredit akan berbiaya besar di mana perhitungan bunga telah dimulai sejak uang Anda terima. Tidak hanya itu, setiap transaksi juga dikenakan biaya yang lumayan besar. Tidak percaya? Coba cek ke penerbit kartu kredit Anda.

5. Gunakan Untuk Membayar Tagihan Rutin

Salah satu manfaat kartu kredit adalah dapat digunakan untuk membayar tagihan rutin di satu tempat. Ya, Anda bisa membayar tagihan listrik, telepon, internet dan lain-lain dibebankan ke satu sumber. Dan ketika tiba saatnya melunasi, Anda cukup membayar di satu tempat dan selesai. Ini sangat praktis dan membantu terutama buat Anda yang suka lupa kapan jatuh tempo pembayaran untuk setiap tagihan rekening rutin.

6. Gunakan Kartu Kredit Dari Bank Yang Sama Dengan Tabungan Anda

Jika Anda memiliki kartu kredit, pastikan dikeluarkan bank yang sama dengan tempat Anda menabung. Beberapa bank mengeluarkan kartu kredit yang bebas iuran tahunan selamanya buat nasabah mereka. Tidak hanya itu, dengan bank yang sama Anda akan bisa membayar tagihan secara otomatis dari rekening tabungan, tanpa dikenakan biaya transfer tambahan.

7. Hati-hati Dengan Transaksi Online

Kehebatan kartu kredit adalah bisa digunakan untuk transaksi online hampir di semua merchant. Ini tidak bisa dilakukan oleh kartu debit. Bahkan beberapa retailer hanya mau menerima kartu kredit dan tidak menerima pembayaran alternatif seperti Paypal sekalipun.

Walaupun demikian, harap berhati-hati ketika bertransaksi. Pastikan merchant tersebut terpercaya sebelum Anda membayar dengan kartu kredit. Biasanya di setiap website pembayaran ada logo verifikasi yang bisa dicek terlebih dahulu keabsahannya.

Ketika bertransaksi online sedapat mungkin gunakan layanan yang membuat Anda tidak perlu memasukkan langsung data kartu kredit ke sebuah website. Anda bisa bertransaksi dengan Paypal, Google Checkout atau sejenisnya. Gunakan alat pembayaran tersebut lebih dahulu karena relatif lebih aman dan ada proteksi. Jika tidak ada jalan lain, baru gunakan kartu kredit Anda.

Hati-hati, jangan pernah memasukkan nomor kartu di komputer umum yang dipakai bersama. Setiap komputer akan menyimpan data tersebut secara temporer tanpa Anda sadari sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepentingan dan berniat jahat.

8. Miliki Kartu Dalam Jumlah dan Limit Secukupnya

Karena kartu kredit adalah kartu hutang, maka miliki secukupnya. Malu kalau terlalu banyak. Saya sendiri punya tiga. Dua milik pribadi mewakili vendor berbeda, sedangkan satu milik perusahaan yang diberikan kepada saya. Saya memerlukan dua karena kebutuhan transaksi online di mana kadang vendor yang satu tidak berhasil di verifikasi sedangkan vendor lainnya bisa.

Pastikan pula limit kartu kredit Anda secukupnya. Gunakan prinsip besarnya total limit kartu yang Anda miliki minimal setara dengan uang tunai yang Anda miliki. Itu artinya seandainya seluruh limit kartu telah terpakai, Anda sebenarnya memiliki kemampuan melunasinya dengan uang tunai tadi.

Jangan memiliki kartu dengan limit berlebihan dan di luar kemampuan keuangan Anda. Sering terjadi orang terlilit hutang kartu kredit yang parah karena terlena dengan limit tersebut dan tidak punya kemampuan membayar.

Alhasil setiap bulan kerjanya hanya membayar cicilan hutang yang mungkin kenikmatannya telah hilang bertahun-tahun lalu sementara sengsaranya terus dirasakan hari ini dan seterusnya.

9. Jika Terlilit Hutang, Negosiasikan Dengan Bank

Banyak kasus orang terlilit hutang kartu kredit dan menjadi stress karena terus dikejar-kejar debt collector. Ingat, bank dan penerbit sangat mudah memberikan kartu kepada Anda. Namun ketika Anda mangkir dari pembayaran, mereka juga sangat aktif menagihnya. Jika sudah terlanjur hutang melilit bagai benang kusut, segera negosiasikan dengan bank. Minta untuk membekukan saldo hutang Anda dan buat komitmen pelunasannya. Kalau perlu jual aset yang Anda miliki. Bunga kartu kredit termasuk beban pinjaman termahal sedunia. Dengan bunga 3% sebulan maka Anda membayar beban sekitar 36% setahun. Karena itu jika terlanjur terkena hutang ini, mau tidak mau korbankan aset yang Anda miliki karena jauh lebih menguntungkan ketimbang mempertahankannya. Kecuali jika aset Anda bisa menghasilkan return yang lebih besar dari 36% setahun.

Seandainya Anda terlilit hutang beberapa kartu kredit sekaligus, maka lunasi satu persatu. Beberapa perencana keuangan menyarankan lunasi dari yang kecil sehingga pelan-pelan saldo hutang Anda terkonsentrasi di satu tempat dan Anda bisa fokus menyelesaikannya.

10. Jika Tidak Mampu, Lupakan Keinginan Memiliki Kartu Kredit

Tidak semua orang perlu kartu kredit. Jika Anda tidak mampu, buang jauh-jauh keinginan memiliki kartu kredit. Akan lebih banyak mudaratnya jika Anda memiliki sesuatu di luar kemampuan. Sekali lagi Anda harus paham bahwa fungsi dasar kartu kredit adalah sebagai alat tukar pembayaran. Bukan uang tambahan atau dana darurat.

Jika memang penghasilan Anda belum memadai, maka memanfaatkan apa yang ada di tangan akan jauh lebih terhormat ketimbang berhutang kartu plastik yang membuat jatuh harga diri Anda.

Semoga tips di atas membantu Anda menjadi pengguna kartu kredit yang cerdas. Manfaatkan kemudahan dari kartu kredit, jangan mau dikenakan bunga dan dendanya.

Selamat bertransaksi dengan bijak.

Sumber dari :
http://www.muhammadnoer.com/bijaksana-memakai-kartu-kredit/

Cara Memilih Asuransi Unit Link Yang Disesuaikan Dengan Tujuan



Paling bijak dalam memilih asuransi adalah sesuai tujuan. Jika Anda punya tujuan perlindungan sekaligus investasi, maka asuransi unit link jawabannya. Asuransi unit link adalah jenis produk asuransi yang mengkombinasikan asuransi serta investasi. Jadi, Anda mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu perlindungan asuransi dan investasi.

Untuk tujuan asuransi, premi berfungsi seperti umumnya asuransi. Sedang yang ditujukan untuk investasi, ada empat jenis ditinjau dari penempatan investasinya. Yaitu:

 -Unit link pasar uang (unit cash fund unit link).
Investasi ditempatkan di instrumen pasar uang, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan surat uang dengan tenor kurang dari satu tahun. Jenis investasi unit link ini tepat bagi Anda yang bertipe investor konservatif. Sebab resiko investasinya sangat rendah.

 -Unit link pendapatan tetap (fixed income fund unit link).
Investasi pada unit link jenis ini sebagian besar ditanam di instrumen surat utang dan sebagian kecil di pasar uang. Porsi investasi di surat utang minimal 80 persen. Investasi unit link jenis ini punya kelebihan pada tingkat keuntungan yang lebih stabil. Jadi jika Anda tergolong orang yang ingin keuntungan yang lebih stabil, unit link jenis ini yang bisa dipilih.

 -Unit link pendapatan campuran (managed fund unit link).
Investasi dilakukan beragam, seperti di obligasi, saham, atau pasar uang. Unit link yang ini tepat bagi yang mengincar hasil investasi besar dan untuk jangka panjang.

 -Unit link saham (equity fund unit link).
Unit link ini biasanya menempatkan dananya di saham. Anda bisa memilih jenis investasi ini jika Anda tergolong "pemberani" karena resiko yang tinggi. Sesuai dengan sifat saham yang "high return, high risk".

 Untuk memilih asuransi unit link terbaik, Anda bisa ikuti tips berikut ini.

 1. Lihat perusahaan.
Cari tahu mengenai perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk unit link tersebut. Apakah perusahaan asuransi tersebut sehat dan baik reputasinya? Jika iya, Anda bisa pertimbangkan memilih produknya.

 2. Lihat manfaat.
Apa saja manfaat yang ditawarkan dari produk asuransi tersebut.

 3. Pelajari biaya. 
Pada asuransi unit link juga melekat biaya-biaya. Seperti biaya administrasi, biaya pengelolaaan investasi dan biaya asuransi. Biaya-biaya tersebut di luar biaya asuransi. Anda bisa bandingkan antar produk asuransi unit link. Sehingga Anda bisa tahu produk asuransi unit link terbaik bagi Anda.

Sumber dari :
http://www.dompetpintar.com/article/r1l8/3-tips-memilih-asuransi-unit-link-terbaik

Mengatur Perencanaan Keuangan Keluarga Dengan Mudah dan Tepat


Seberapa-pun penghasilan koq sepertinya kurang terus ya. Sepertinya Anda harus mulai menyusun perencanaan keuangan keluarga yang tepat agar terhindar dari masalah keuangan semacam ini

Kebanyakan orangtua baru mengalami kesalahan dalam perencanaan keuangan keluarga mereka sehingga perencanaan keuangan keluarga seperti tak terkendali. Setiap habis gajian, uang sudah habis sedangkan bulan masih berjalan untuk beberapa minggu lagi ke depan. Kebanyakan keluarga menggantungkan kehidupan keuangan di pundak suami, sedangkan istri bertugas mengatur perencanaan keluarga dengan baik agar seberapapun penghasilan suami dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Namun dengan tugas rumah tangga yang sudah menumpuk, membuat para Bunda ini seperti tidak punya waktu untuk menyisihkannya sekedar melakukan perencanaan keuangan keluarga. Berikut ini beberapa tips yang bisa kami uraikan untuk mempermudah Bunda mengatur perencanaan keuangan keluarga dengan mudah dan tepat.

1. Jangan menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak bermanfaat

Wanita identik dengan ‘shopping’. Kalau sudah asyik shopping kaum hawa ini bisa lupa waktu tanpa memikirkan berapa banyak biaya dan uang yang sudah dihamburkan. Jikalau Anda butuh berbelanja, sebisa mungkin catat keperluan yang Anda butuhkan di rumah. Misalkan susu buat si kecil, bumbu dapur, diapers, sabun cuci, pasta gigi, dan sebagainya. Tentunya Anda sedang tidak membutuhkan baju baru, sepatu baru, atau parfum baru khan? Pakailah dulu yang ada di rumah. Memanjakan diri sekali waktu boleh saja tetapi jangan setiap minggu atau setiap bulan.

Memanjakan diri di salon? Tidak ada larangan juga sih, tetapi ingat juga budget Anda. Anda sekarang sudah berkeluarga dan harus menghidupi anggota keluarga. Anda sudah tidak boleh berpikir egois untuk kepentingan pribadi. Jadi untuk melakukan perawatan kecantikan Anda bisa mencari solusi murah dengan melakukannya sendiri di rumah.

Adakalanya Anda berpikir sesaat bahwa Anda bisa menghamburkan uang Anda saat ini. Entar kalau sudah bekerja lagi khan bisa kembali lagi uangnya. Hindari pemikiran seperti ini, karena biaya hidup akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Perencanaan keuangan keluarga itu perlu.

2. Jangan Tunda untuk Menabung

Mulai sekarang juga selalu sisihkan penghasilan Anda untuk tabungan. Lebih baik lagi jika Anda menabung untuk dana pensiun. Berikan porsi yang tepat untuk perencanaan keuangan Anda. Anda bisa memilih beberapa produk investasi yang membuat Anda merasa aman. Jika Anda masih punya hutang segera selesaikan hutang Anda dan berusahalah untuk menghindari hutang. Hindari penggunaan kartu kredit. Karena kartu kredit hanya akan membebani perencanaan keuangan keluarga.

Berikut ini prosentase dimana keuangan Anda dalam kondisi sehat jika:
30% dari penghasilan Anda untuk pembayaran cicilan hutang
10-15% dari penghasilan Anda sebagai pembayaran cicilan premi asuransi
10% dari penghasilan Anda disisihkan untuk investasi (bisa berupa tabungan pensiun, dan semacamnya)

3. Miliki Asuransi Jiwa yang tepat

Banyak tawaran asuransi jiwa dengan berbagai metode pembayaran. Sebaiknya pilihlah pembayaran premi asuransi yang lebih tinggi dan dibayarkan dalam kurun waktu tertentu ketimbang memilih pembayaran premi sedikit dan harus dibayarkan seumur hidup. Kenapa demikian, karena jenis asuransi dengan pembayaran jumlah tertentu ini akan memberikan jumlah tabungan yang bisa Anda miliki dalam jangka tersebut. Sehingga lebih baik Anda mulai menabung saat anak-anak masih kecil dimana biaya hidup masih belum terlalu besar. Dan hasil asuransi ini bisa dialokasikan sebagai dana pendidikan anak-anak kelak saat mereka dewasa. Jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga masih bisa mendapatkan manfaat dari hasil perencanaan keuangan keluarga yang telah Anda terapkan ini.

4. Membuat Surat wasiat

Kebanyakan orang berpikir bahwa membuat surat wasiat hanya untuk orang yang sudah tua atau yang sudah sakit-sakitan. Kesehatan dan kematian tidak ada orang yang bisa memprediksi. Jadi sebaiknya buatlah surat wasiat sebagai langkah sedia payung sebelum hujan. Anda tentunya tidak ingin anak-anak terlantar kehidupannya setelah Anda tinggalkan khan. Tidak ada salahnya Anda membuat surat wasiat. Hal ini sah-sah saja.

Sumber dari :
http://id.theasianparent.com/perencanaan-keuangan-keluarga/