Saturday, 1 June 2013

PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN DANA PENSIUN


Kebutuhan hidup tidak akan berhenti meskipun kita sudah tidak lagi produktif bekerja, untuk itu kita membutuhkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan di saat pensiun. Berikut adalah langkah – langkap untuk menjadi peserta dana pensiun dalam rangka mempersiapkan diri menuju masa pensiun :

Bagaimana cara mempersiapkan pemenuhan kebutuhan hidup hingga masa purna bakti?
Ada banyak cara untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua. Salah satunya adalah mengikuti program pensiun. Program pensiun dirancang
untuk menyediakan manfaat pensiun bagi pesertanya, dengan mengikuti program pensiun, kita diharuskan untuk menabung sehingga pada saat kita sudah tidak lagi produktif bekerja, kita masih bisa menerima penghasilan untuk menopang hidup.

Bagaimana agar saya bisa menjadi peserta dana pensiun?
1. Cara termudah adalah dengan mendaftar sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Siapa saja yang merupakan penyelenggara DPLK? Penyelenggara DPLK adalah bank umum atau perusahaan asuransi jiwa. Berikut adalah daftar DPLK yang masih beroperasi sampai saat ini :
  • DPLK Jiwasraya
  • DPLK Equity Life Indonesia
  • DPLK Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
  • DPLK Allianz Indonesia
  • DPLK PT. BNI (Persero) Tbk
  • DPLK Indolife Pensiontama
  • DPLK AIA Indonesia
  • DPLK PT Bank Muamalat Indonesia
  • DPLK Winterthur Life Indonesia
  • DPLK BPD Jawa Tengah
  • DPLK Pasaraya
  • DPLK Manulife Indonesia
  • DPLK AIG Lippo
  • DPLK AXA
  • DPLK Askrida Jiwa
  • DPLK Miralife
  • DPLK BPD Jawa Barat
  • DPLK Panin Life
  • DPLK Bank Maspion
  • DPLK Central Asia Raya
  • DPLK Bank Rakyat Indonesia
  • DPLK Bringin Jiwa Sejahtera
  • DPLK Bumiputera
Proses pendaftaran sebagai peserta DPLK termasuk mudah, Anda tinggal datang ke Bank atau perusahaan asuransi jiwa yang Anda inginkan, prosesnya kurang lebih sama dengan proses ketika membuka rekening di bank.

2. Cara lain adalah mengusahakan agar perusahaan pemberi kerja Anda memiliki program pensiun sendiri, baik itu dengan mendirikan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) sendiri ataupun dengan bergabung ke DPPK yang sudah ada. Namun, apabila perusahaan Anda belum mempunyai DPPK sendiri, cara ini relatif jauh lebih rumit dibanding cara pertama. Langkah awalnya adalah mengkomunikasikan hal ini kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Dari situ, perusahaan pemberi kerja akan mengurus pendaftaran dana pensiun para pekerjanya.

Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan apabila Anda ingin menjadi peserta Dana Pensiun?
  • Kemampuan Finansial
Pada dasarnya mengikuti program pensiun tidaklah membutuhkan biaya yang besar. Namun, kemampuan finansial akan menjadi perhatian besar saat Anda memilih program pensiun yang tepat. Contohnya : apabila Anda mengharapkan program pensiun manfaat pasti, kemampuan finansial pemberi kerja akan menjadi pertimbangan utama.
  • Biaya
Sudah dipastikan bahwa penyelenggaraan dana pensiun, baik DPPK maupun DPLK membutuhkan biaya. Kami sarankan agar Anda lebih berhati-hati dalam memilih program pensiun, bandingkan baik-baik biaya yang akan dibebankan dengan
manfaat dan jasa yang diperoleh dari dana pensiun. Dana pensiun yang membebankan biaya yang lebih tinggi belum tentu lebih buruk dibandingkan yang membebankan biaya lebih rendah.
  • Waktu
Semakin dini Anda mempersiapkan masa pensiun Anda, akan semakin ringan pula “biaya” yang harus Anda keluarkan setiap bulannya. Semakin panjang masa menabung kita, akan semakin besar pula akumulasi dana yang dapat kita kumpulkan untuk bekal di hari tua.

Sumber dari : www.gajimu.com

Friday, 31 May 2013

MEMPERSIAPKAN DANA PENSIUN


Pernahkah Anda mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri?

"Apakah saya siap pensiun?"
...atau,
"Saya ingin pensiun dini. Apakah mungkin?"

Para pegawai biasanya menyambut dengan senang masa pensiunnya, karena pada dasarnya memasuki masa pensiun adalah sesuatu yang alamiah. Merupakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri akan prestasi yang telah dicapainya selama ini.

Secara psikologis masa pensiun juga merupakan saat berkumpul bersama keluarga yang lebih optimal, atas tersitanya waktu selama ini ketika kita produktif bekerja. Namun makna yang paling penting dari pensiun adalah regenerasi, bahwa posisi kita digantikan oleh seseorang yang lebih produktif dan lebih cakap di bidangnya.

Namun, apakah kita siap pensiun?

Biaya hidup di Jakarta berada di peringkat ke-61 di ASEAN, namun di Asia Tenggara biaya hidup di Jakarta ternyata dinilai lebih tinggi dari Kuala Lumpur.

Dengan fakta di atas maka kami sangat merisaukan apakah kalangan menegah kita siap untuk pensiun. Dengan inflasi rata-rata per tahun 10% saja, biaya hidup kita per bulan yang saat ini mencapai Rp 5 juta/bulan akan naik menjadi Rp 84 jutaan/bulan saat usia kita mencapai 55 tahun.

Maka jika kita pensiun dari usia 55 tahun, dana pensiun yang harus dimiliki untuk sampai usia 80 tahun adalah Rp 36.438.503.777,-

Dana yang sangat besar untuk ukuran saat ini, namun dana ini adalah hitungan yang tercipta ketika gaya hidup kita di usia 25 tahun mencapai 5 juta per bulan. Dapat kita perkirakan dana pensiun akan semakin besar jika biaya hidup kita juga semakin besar.

Namun tentu saja kita bisa membuat perubahan gaya hidup saat sudah pensiun nanti, sehingga biaya hidup saat pensiun tidak akan terlalu mencekik.

Tidak punya uang sebanyak 36 miliar seperti hitungan di atas?

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:
1. Cek fasilitas dana pensiun dari kantor (DPLK), apakah sudah mencukupi kebutuhan kita nanti?
2. Hitung dana pensiun yang dibutuhkan.
3. Lakukan sedari dini persiapan, kegiatan apa yang akan kita lakukan nanti pada masa pensiun.
4. Menabung atau investasi ketika kita tidak memiliki dana pensiun.

Simak tabel di bawah ini untuk sedikit gambaran:



Setelah menghitung Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dari kantor dan ternyata dinilai kurang cukup, cari tahu berapa besaran dana pensiun yang dibutuhkan.

Saatnya kita berhitung, apakah aset yang kita miliki saat ini sudah bisa membawa kita untuk memasuki masa pensiun nanti? Jika sudah siap, Anda sudah bisa dikatakan pensiun, dengan kata lain pensiun dini. Jika tidak, maka saatnya anda melakukan langkah berikutnya: menabung atau berinvestasi.

Jangan sampai masa pensiun kita harus diisi dengan bekerja kembali hanya karena dana pensiun tidak cukup. Siapkan dana pensiun sedari dini dan nikmatilah bersama keluarga tercinta.

Sumber dari : www.qmfinancial.com

Thursday, 30 May 2013

PENTINGNYA PERENCANAAN KEUANGAN


Tidak bisa dipungkiri apabila hidup makin hari makin susah dan mahal. Belum lagi biaya biaya lain-lain yang sering kali membuat kantong anda bocor. Hal ini menimbulkan kegusaran bagi seluruh lapisan masyarakat. Penghasilan yang dibawa pulang setiap bulan selalu kurang dan lebih parahnya adalah sulit dikontrol. Padahal kalau dihitung-hitung penghasilan tersebut relatif cukup.

Menyadari kesulitan ini sudah saatnya anda mencari bantuan profesional dibidang keuangan yang dapat memberikan analisa dan saran-saran yang penting untuk memecahkan masalah ini. Tapi kemana anda bisa mendapatkan bantuan tersebut?.

Meskipun sudah dimulai sejak awal tahun 2000an, akan tetapi profesi Perencana Keuangan baru dikenal dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya sejak tahun 2007 kemarin. Melihat semakin banyaknya anggota masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi keuangan ini, tidak salah lagi kalau sudah waktunya Perencana Keuangan masuk dan berada di kota Medan. Pertanyaannya sebenarnya apa fungsi dan tugas seorang konsultan Perencana Keuangan?

Seorang Perencana Keuangan tidak hanya membantu kita untuk memperbaiki bujet bulanan atau Manajemen Dana, tetapi Perencana Keuangan juga membantu kita dibidang lain seperti Asuransi, Pajak, Perencanaan Lainnya,Perencanaan Pendidikan,Perencanaan Pensiun, Perencanaan Wasiat, serta Rekomendasi produk Investasi yang sesuai dengan tujuan investasi kita.

Manajemen Dana atau bujet membantu kita mengidentifikasi pengeluaran baik kecil maupun besar. Diantara pengeluaran yang besar tersebut terdapat pengeluaran yang belum perlu dan kurang perlu sehingga dilakukan skala prioritas atas pengeluaran tersebut. Pengeluaran ada yang bersifat konsumtif tapi ada juga pengeluaran yang kurang efisien seperti contoh premi asuransi yang berlebih/kemahalan sehingga perlu dilihat jenis asuransi yang dimiliki.

Belum semua orang di Indonesia percaya asuransi. Kalaupun mereka memiliki polis asuransi biasanya mereka membeli karena ditawarkan oleh saudara, adik, kakak, om, tante, sepupu, sahabat kecil, dan lain-lain yang menyebabkan mereka membeli asuransi bukan karena kebutuhan mereka. Perencana Keuangan membantu kita menganalisa kebutuhan asuransi baik asuransi jiwa, kesehatan, cacat, rumah, kendaraan dan lainnya serta melihat seberapa besar kemampuan membayar premi untuk kemudian direkomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

Di negara maju seperti di Amerika Serikat, salah satu peran Perencana Keuangan yang cukup dominant adalah membantu kita untuk melakukan perencanaan pajak. Meskipun di Indonesia pajak belum menjadi beban keuangan bulanan keluarga yang sangat memberatkan akan tetapi tidak menutup kemungkinan seiring dengan program pemerintah yang ingin meningkatkan pendapatan negara dari pajak sehingga akan menjadi beban keuangan keluarga dikemudian hari, sehingga Perencanaan Keuangan dibidang pajak akan menjadi penting.

Perencanaan pendidikan, perencanaan pensiun dan perencanaan lainnya harus dihitung dan dilakukan dengan hati-hati. Banyak orang melakukan kesalahan dengan membeli produk yang ada tanpa melakukan perhitungan secara menyeluruh sehingga tujuan investasi mereka belum tentu tercapai dengan produk tersebut. Demikian juga dengan perencanaan pendidikan, banyak orang menggampangkan dengan berfikir bahwa apabila sudah membeli produk keuangan saja berarti biaya pendidikan anak sudah terjamin. Hal ini salah besar apabila tidak dilakukan perhitungan secara rinci tentang kebutuhan dana pendidikan tersebut. Padahal setelah dihitung detil, di beberapa kampus ternama, biaya untuk kuliah 18 nanti bisa mencapai ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah.

Seperti halnya contoh diatas, banyak kita menginvestasikan dana mereka tanpa mengerti tujuan serta kecocokan produk investasinya. Semua produk investasi mengandung resiko baik kecil maupun besar. Yang perlu diketahui adalah seberapa besar resiko yang dapat ditanggung oleh kita serta kapan investasi tersebut diperlukan sebelum suatu produk dipilih. Seorang Perencana Keuangan akan memberikan rekomendasi produk investasi yang sesuai dengan tujuan dari dana tersebut, kapan dibutuhkan serta seberapa besar resiko yang dapat ditanggun oleh kita atas aset yang akan diinvestasikan tersebut.

Hal terakhir yang penting untuk dilakukan adalah membuat sebuah Wasiat untuk membagi harta kepada ahli waris. Banyak sekali orang Indonesia yang mengabaikan hal ini karena dianggap tabu untuk membicarakan harta warisan sebelum meninggal sehingga sering sekali kita mendengar terjadi pertengkaran gara-gara rebutan harta warisan.

Dapat dilihat peran penting seorang konsultan Perencana Keuangan untuk membantu kita mengelola keuangan dengan lebih baik lagi, agar kehidupan dan impian kita dimasa yang akan datang bisa tercapai.

Sumber dari: www.investorindo.com

Tuesday, 28 May 2013

REKSADANA TERBAIK TH 2013 VERSI MAJALAH INVESTOR


Ajang pemeringkatan reksa dana 2013 masih memberi panggung pada sejumlah  pemenang yang telah mengukir prestasi tahun lalu. Namun, yang agak berbeda, tahun ini ada beberapa nama baru mencuat sebagai pemenang. Antara lain, reksa dana yang dikelola PT Syailendra Capital dan PT Emco Asset Management.

Tahun lalu, produk reksa dana racikan PT Syailendra Capital tak ada yang  masuk dalam daftar pemenang reksa dana terbaik. Begitu juga produk yang dikelola PT Emco Asset Management. Tapi, tahun ini, produk dari dua perusahaan manajer investasi itu mampu menggaet penghargaan bergengsi di jajaran industri reksa dana Tanah Air.

Adalah Syailendra Equity Opportunity Fund yang mengangkat nama PT Syailendra Capital ke permukaan. Produk reksa dana saham ini tercatat sebagai reksa dana saham terbaik untuk kelas aset di atas Rp 1 triliun, dalam periode penilaian 1 tahun. Sedangkan, PT Emco Asset Management mengukir prestasi lewat produk reksa dana saham Emco Mantap yang menjadi reksa dana saham terbaik untuk kelas aset di bawah Rp 100 miliar, dengan penilaian periode 1 tahun.

Di luar nama-nama baru itu, perusahaan manajer investasi PT Sinarmas Asset Management dan Panin Asset Management masih mendominasi perolehan penghargaan reksa dana terbaik 2013. Sinarmas Asset Management menjadi perusahaan manajer investasi yang paling banyak memperoleh penghargaan pada pemeringkatan reksa dana  2013. Dari 34 penghargaan, Sinarmas mengantongi 11 penghargaan, sedangkan  Panin Asset Management  meraup 6 penghargaan.

Pada kelompok reksa dana saham, produk Panin Asset Management menyabet empat penghargaan, yaitu reksa dana saham periode tiga tahun dengan aset di atas Rp 1 triliun, reksa dana saham periode lima tahun dengan aset di atas Rp 1 triliun, reksa dana saham periode lima tahun dengan aset antara Rp 100 miliar sampai  Rp 1 triliun, dan reksa dana saham periode 7 tahun dengan aset di atas Rp 1 triliun. Bila Panin unggul pada kategori reksa dana saham, Sinarmas Sekuritas justru memimpin pada reksa dana pendapatan tetap dan  campuran.

Penghargaan kepada reksa dana terbaik itu diberikan pada acara   Penganugerahan  Reksa Dana Terbaik 2013 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Kamis (28/2). Tahun ini adalah tahun ke-12 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana. Ada 34 penghargaan diberikan kepada 22 reksa dana, yang dikelola 12 manajer investasi (MI).

“Pemberian penghargaan   ini merupakan   apresiasi  terhadap   reksa dana yang    memiliki kinerja terbaik, sekaligus mendorong pengelola reksa dana agar terus meningkatkan kinerja,”  kata Pemimpin Redaksi Majalah Investor,  Primus Dorimulu.

Pemeringkatan  reksa dana  dihitung   berdasarkan tiga komponen penilaian, yaitu  Risk Adjusted Return, pertumbuhan unit penyertaan serta alokasi portofolio.

Periode  pemeringkatan  menggunakan  4 kategori  jangka waktu untuk masing-masing jenis  reksa dana.  Pada pemeringkatan reksa dana setiap tahunnya, reksa dana yang datanya tidak diterima hingga batas waktu yang ditetapkan, tidak akan diperingkat. Periode pemeringkatan dibagi menjadi 1, 3, 5 dan 7 tahun. Namun dalam hal ini dilakukan pengecualian untuk reksa dana  pasar uang dan reksa dana campuran

Dalam pemeringkatan reksa dana ini Litbang Majalah Investor bekerjasama dengan  PT Infovesta Utama, sebuah lembaga riset reksa dana. Berdasarkan hasil pemeringkatan, ada 11 penghargaan  untuk reksa dana saham. Berikutnya, sembilan reksa dana campuran, sembilan reksa dana pendapatan tetap rupiah, tiga reksa dana pendapatan tetap USD, dan dua reksa dana pasar uang.

Sebelum  pemeringkatan reksa dana dilakukan,  ada sejumlah seleksi awal yang harus dilewati. Antara lain,  waktu beroperasi reksa dana   minimal  tiga  tahun untuk  kategori  pemeringkatan  berdasarkan kinerja tiga tahun, beroperasi minimal lima tahun untuk kategori pemeringkatan berdasarkan kinerja  lima tahun, dan beroperasi  minimal   tujuh  tahun   untuk kategori pemeringkatan berdasarkan  kinerja  tujuh tahun.

Seleksi lain menyangkut pelanggaran dan  sanksi  dari  Bapepam.  Sikap kooperatif dari pengelola reksa dana juga dipertimbangkan. Sikap kooperatif itu  ditandai dengan kerjasama dalam pengumpulan data dan pemberian informasi terkait pemeringkatan. Sementara itu, reksa dana terproteksi  tidak diikutkan dalam pemeringkatan.

Kriteria pemeringkatan untuk reksa dana saham dibagi menjadi tiga  yaitu, risk and return  dengan bobot 70%, pertumbuhan unit penyertaan 10%, dan alokasi portofolio dengan bobot 20%. Penilaian terhadap risk and return dilakukan dengan menggunakan metode Sharpe Ratio. Semakin besar Sharpe Ratio, maka bisa dikatakan  semakin optimal suatu reksa dana. Metode Sharpe Ratio juga merupakan metode standar yang digunakan lembaga international dalam memberikan rating terhadap reksa dana.

Sumber dari : www.emco.co.id dan majalah investor

Monday, 27 May 2013

CARA MEMBUAT PORTFOLIO INVESTASI DI REKSADANA


Yuk berinvestasi, agar uang bekerja secara maksimal untuk kita. Lalu, bagaimana cara membuat portofolio investasi? Simak panduan praktis berikut ini.

Sebuah portofolio investasi adalah kumpulan jenis-jenis investasi yang dimiliki oleh seorang investor. Seringkali dikenal dengan nama keranjang investasi, gambarannya mirip sekali dengan keranjang bahan makanan di supermarket.
Misalkan Anda mau membuat masakan Sayur Asam, maka apa saja bahan makanan yang perlu Anda beli di supermarket? Dalam keranjang belanja, Anda mungkin membeli Jagung, Labu Siam, Buah Melinjo, Kacang Panjang, dan Asam. Teman lain yang berasal dari Makasar, mungkin menambahkan udang dan ikan dalam keranjang belanja untuk menambah selera Sayur Asamnya.

Nah, portfolio investasi juga demikian. Seorang investor memiliki portofolio investasi untuk memenuhi tujuan investasi, baik itu untuk Dana Pensiun, Dana Pendidikan, atau lainnya, yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia dapat memiliki investasi dalam bentuk kas di deposito, investasi di reksadana, dan mungkin investasi di emas. Ada juga investor lain yang memiliki investasi di deposito, investasi di obligasi, investasi di reksadana, dan investasi di saham. Masing-masing investor dapat memiliki variasi dalam hal jenis investasi yang dimiliki dan persentase kepemilikian dari total dana investasinya.

Secara umum, Anda perlu tahu ada 5 jenis investasi yang tersedia bagi investor ritel. Produk-produk investasi yang tersedia bagi investor ritel dapat merupakan murni dari 1 jenis investasi atau dapat merupakan campuran dari 2 jenis investasi dari tabel dibawah ini.

No  Jenis              Resiko    Potensi Return    Contoh Produk
1    Kas                Rendah          Rendah            Tabungan, Deposito, Reksadana Pasar Uang
2    Obligasi          Sedang          Sedang            ORI, Reksadana Pendapatan Tetap
3    Saham            Tinggi            Tinggi             Saham, Reksadana Saham
4    Properti           Sedang         Sedang            Tanah, Ruko,
5    Logam Mulia    Sedang         Sedang            Emas

Jadi, jelaslah bahwa portofolio investasi merupakan kumpulan investasi seorang investor dimana jenis dan alokasi jumlahnya dapat bervariasi dari investor A dengan investor B.

Tahapan-tahapan dari A-Z dalam membuat portofolio investasi?

Sebelum Anda berinvestasi, buatlah terlebih dahulu strategi investasi. Investasi yang sukses membutuhkan perencanaan yang matang yang meliputi beberapa faktor berikut.

Pertama, kenali profil resiko Anda. Secara umum, investor terbagi menjadi tiga karakter utama, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Apabila Anda selalu jantungan melihat nilai investasi Anda naik turun dan menjadi tidak bisa tidur nyenyak, maka besar kemungkinan Anda tergolong investor dengan profil resiko konservatif. Sedangkan, bila Anda tergolong masih di usia produktif dan sangat ingin melihat nilai investasi Anda tumbuh diatas rata-rata bunga deposito, maka besar kemungkinan Anda tergolong investor dengan profil resiko agresif. Anda dapat mengetahui profil resiko di www.zapfin.com. Kenali siapa diri Anda dan buatlah rencana investasi berdasarkan informasi ini.

Kedua, tentukan tujuan investasi Anda. Tujuan investasi sangat mempengaruhi berapa lama uang tersebut perlu Anda kembang biakkan dan di produk yang mana.

Ketiga, tentukan berapa lama Anda berinvestasi. Semakin panjang waktu Anda menempatkan dana tanpa digunakan untuk keperluan sehari-hari, maka Anda dapat berinvestasi di produk yang lebih beresiko untuk mengharapkan tingkat imbal hasil (atau return) yang lebih tinggi. Namun bila sebaliknya, maka Anda hanya memiliki kesempatan berinvestasi di produk beresiko rendah dan cukup likuid.

Keempat, berapa banyak uang investasi Anda. Pisahkan terlebih dahulu sejumlah uang untuk dijadikan Dana Darurat dan juga untuk simpanan kebutuhan sehari-hari. Investasi merupakan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan nilai dari uang Anda. Artinya, jangan pernah menginvestasikan seluruh uang Anda padahal Anda tidak punya simpanan untuk hidup bulan ini dan bulan depan. Beberapa jenis investasi juga membutuhkan angka minimum. Misalnya, bila dana investasi yang saat ini tersedia baru 2 juta, Anda mungkin belum dapat ikut berinvestasi di Obligasi Ritel yang minimal investasinya 5 juta. Atau investasi di properti misalnya butuh dana minimal diatas 100 juta.

Terakhir, sesuaikan produk investasi dengan tujuan-tujuan investasi Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari perencana keuangan independen untuk mengolah strategi investasi terutama untuk Anda yang masih pemula dalam berinvestasi.

Sumber dari : www.zapfin.com