Sunday, 18 August 2013

Beberapa Langkah Yang Bisa Membuat Kita Keluar Dari Pola Hidup Berutang


Utang saat ini menjadi gaya hidup kebanyakan orang, karena hampir separuh masalah yang ditemui pada saat melakukan Financial Check Up di AFC adalah besarnya Debt Service Ratio atau Rasio Cicilan. 

 Mari kita lihat beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membuat kita segera keluar dari pola hidup berutang:

 1. Jujur pada diri sendiri.
Banyak orang hidup melebihi kemampuannya, berpenghasilan Rp 5 juta namun hidup dengan life style Rp 10 juta, sehingga tidak heran cashflow minus setiap bulan ditutupi dengan hutang kartu kredit, utang KTA, dan berbagai macam utang lainnya. Mungkin orang lain bisa kita bohongi dengan penampilan kita, pakaian, mobil dan gadget yang kita pakai, tapi hanya diri kita yang tahu sebenarnya kondisi keuangan kita.

 2. Miliki Tujuan keuangan.
Saat diberi informasi bahwa untuk mencapai Dana Pensiun seorang klien, nilainya ternyata lebih kecil dari cicilan utangnya, ia menjadi lebih semangat untuk segera melunasi utang-utang konsumtif yang dimilikinya, begitu juga halnya dengan orang tua setelah tau berapa jumlah yang harus diinvestasi untuk Dana Pendidikan anaknya mereka menyesal telah menyia-nyiakan uang mereka untuk cicilan utang konsumtif selama ini.

 3. Cek Aset yang kita miliki.
Ternyata banyak juga orang yang memiliki aset untuk melunasi utangnya namun memilih tidak melunasi. Coba bayangkan jika kita memiliki uang tunai di tabungan sebesar Rp 50 juta, namun memiliki hutang kartu kredit Rp 10 juta? Kita hanya mendapatkan return 3-4% per tahun, namun harus membayar bunga 2-4% per bulan atau 24-48% per tahun! Gunakan aset untuk melunasi utang dan alihkan cicilan utang anda untuk tabungan dan investasi yang benar.

4. Belajar berkata tidak.
Penawaran saat ini ada di mana-mana, masuk melalui sms, blackberry messenger, telepon, dari mulai menawarkan barang, usaha/bisnis, kartu kredit, investasi, asuransi, hutang KTA, dsb. Pada saat kita tidak bisa menolak sesuatu yang sebenarnya belum tentu kita butuhkan, maka konsekuensinya akan ada biaya yang harus dikeluarkan, dan bertambah sulit jika pembayaran dilakukan dengan autodebet credit card. Utang konsumtif bertambah tanpa akses dari kita dan rutin. Jadi tegaslah berkata tidak, lakukan transaksi di mana anda yang memiliki inisiatif.

 5. Belajar berkata cukup.
Jika membeli satu barang saja sudah cukup maka kita tidak perlu membeli selusin barang yang sama, dengan alasan selagi ada diskon bagi pemegang kartu kredit tertentu. Diskon akan selalu ada, jadi tidak perlu kuatir, karena buat apa menumpuk barang yang belum tentu digunakan dalam waktu dekat bahkan kemungkinan bisa expired karena terlalu lama disimpan, ditumpuk dalam lemari atau gudang.

 6. Tingkatkan penghasilan/income.
Terkadang untuk menjadi kreatif perlu tantangan, beban berat dari hutang sebenarnya bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif untuk mencari alternatif income tambahan yang bisa dimulai dengan usaha yang tidak memerlukan modal besar misal: bisnis online yang sesuai minat (fashion, photography, food, automotive, stamps, dll). 

 Jika kita bisa menyicil hutang konsumtif selama ini, yang based on experience jumlahnya tidak pernah kecil, maka sebenarnya tanpa anda sadari anda memiliki kemampuan besar untuk berinvestasi dan mencapai tujuan keuangan anda dimasa yang akan datang.

Kalau anda bisa hidup tenang tanpa utang kenapa harus berutang?

Sumber dari :
 http://finance.detik.com/read/6-langkah-bebas-utang

Perencanaan Dana Pensiun Sejak Dini Sangat Penting

 
Usai puluhan tahun bekerja banting tulang mencari uang, seseorang yang memasuki masa pensiun tentu ingin menikmati hidupnya dengan tenang. Selain selalu menjaga hubungan baik dengan anak dan cucu, ketenangan hati juga bisa dirasakan jika tak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan finansial. Maklum, sumber keuangan sudah mampet.

 Jika anak dan sanak keluarga masih bisa diandalkan untuk menopang hidup Anda, mungkin, masalah bisa teratasi. Namun, tentu, akan lebih membahagiakan jika Anda tetap bisa mandiri secara finansial dan tak memberatkan siapa pun, termasuk anak Anda. Kalau bisa, Anda justru memberikan kelebihan dari apa yang sudah ditanam selama masih produktif bekerja bagi anak dan cucu.

 Oleh karena itu, memikirkan pendanaan pensiun sangat penting. Para perencana keuangan pun kompak bilang, semakin cepat Anda mengalokasikan dana pensiun, besaran cicilan dana pensiun semakin kecil, tapi potensi dana yang terkumpul semakin besar. “Belum lagi soal compounding return (akumulasi keuntungan) yang didapat pasti makin besar,” ujar perencana keuangan dari Fahima Advisory Fauziah Arsiyanti, yang akrab disapa Zizi.

 Jadi, sebaiknya, begitu Anda bekerja dan mendapatkan penghasilan, saat itu, Anda mulai merencanakan pembentukan dana pensiun. Sebagai contoh, Anda harus menyisihkan dana Rp 3,63 juta per bulan jika ingin pensiun di usia 55 tahun. Tapi, jika usia Anda sekarang masih 27 tahun, Anda cukup menyisihkan Rp 1,3 juta.

 Perencana keuangan dari AFC Financial Check Up Budi Triadi Pratama menyarankan, sebaiknya seseorang juga tak bergantung pada dana pensiun yang dikelola oleh instansi atau perusahaan tempatnya bekerja. Alasannya, rata-rata dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di instansi pemerintah maupun swasta hanya ditempatkan pada ladang investasi yang konservatif dengan return yang tidak besar. 

 Bisa pilih instrumen yang lebih agresif

Padahal, investasi dana pensiun bisa memakan waktu hingga puluhan tahun. “Return kecil atau tetap dari investasi yang dipilih itu, mungkin, tidak akan menutup inflasi,” tandas Budi. Karena itu, dia menyarankan agar seseorang mengalokasikan sendiri dana pensiunnya di keranjang investasi yang bersifat lebih agresif dengan potensi return lebih besar. Di sisi lain, risiko investasi menjadi hal yang tak perlu dirisaukan karena rentang investasi yang panjang mampu menjembatani risiko tersebut.

 Perencana keuangan dari MoneynLove Financial Planning & Consulting Freddy Pieloor berpendapat sama. “Dana pensiun dari kantor dianggap sebagai bonus saja,” tuturnya. Saking pentingnya mengalokasikan dana pensiun pribadi, sejak dini pun, semestinya, setiap orang membentuk pola pikir bahwa alokasi dana pensiun adalah kebutuhan yang sengaja disisihkan dan bukan disisakan dari pendapatan yang diterima.

 Harapannya, dana yang disisihkan tersebut bisa menjadi pos pendapatan pengganti seperti yang biasa diterima semasa bekerja. Dana ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sebagai dana kesehatan. Maklum, asuransi kesehatan kadang membatasi usia klaim, yakni rata-rata hanya sampai usia 55 tahun.

 Di luar memenuhi kebutuhan sehari-hari, Budi menambahkan, dana pensiun bahkan bisa dirancang untuk pendanaan pelesir di hari tua. “Misalnya, ingin menikmati masa tua dengan keliling Eropa,” katanya.

 Nilai yang mesti disisihkan untuk pembentukan dana pensiuan, menurut para perencana keuangan, sangat relatif. Banyak faktor mempengaruhinya, seperti gaji saat ini, ekspektasi penghasilan dan gaya hidup saat pensiun kelak, karakter investasi Anda, serta lama melakukan penyisihan dana.

 Budi memberikan gambaran perhitungan alokasi dananya. Dengan gaji Rp 5 juta saat ini dan berkeinginan menikmati uang dengan nilai yang setara saat pensiun kelak, Anda harus menyisihkan dana Rp 1,3 juta per bulan dan diinvestasikan pada instrumen yang bisa menghasilkan return sekitar 25% per tahun. Sebab, Rp 5 juta saat ini, dengan tingkat inflasi rata-rata 12% per tahun, bakal setara Rp 119,42 juta pada 28 tahun mendatang.

 Freddy berpendapat, agar aman, seseorang bisa menyisihkan uang untuk dana pensiun dengan persentase minimal dua kali inflasi saat ini. Jadi, jika inflasi year on year (yoy) Januari kemarin 3,65%, dana yang Anda harus sisihkan adalah 7,3% dari total pendapatan. Jika bermaksud mengalokasikan dana pensiun untuk diri sendiri dan pasangan, besarannya dikalikan dua lagi atau menjadi 14,6%.

 Saran Zizi, sebaiknya kantong dana pensiun suami dan istri dipisahkan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal tak baik yang mungkin terjadi, misalnya perceraian. Nah, berikut beberapa alat investasi yang bisa dimanfaatkan untuk membentuk dana pensiun Anda.

 Reksadana saham

Setidaknya ada dua keuntungan yang bisa didapat dari investasi reksadana saham, yakni potensi return dari pergerakan harga saham dan kemudahan berinvestasi.

Berbeda dengan saham yang memerlukan penanganan lebih jeli, melalui reksadana, investasi Anda akan diracik oleh manajer investasi (MI). Potensi return pun cukup besar, bisa sampai 30% per tahun. Tapi, memang ada risiko nilai investasi bisa turun lantaran fluktuasi harga saham yang menjadi portofolionya.

Untuk investor berkarakter moderat, reksadana campuran bisa menjadi pilihan. Alasannya, risiko investasinya lebih kecil. 

 Saham

Selain menikmati kenaikan harga saham, investor bisa menikmati pembagian laba bersih perusahaan atau dividen. Namun, butuh analisis cermat agar tak salah pilih saham. Budi mengatakan, untuk memudahkan pemilihan saham, Anda bisa memilih saham-saham dengan kinerja fundamental bagus, seperti saham-saham perusahaan besar atau blue chips.

Namun, imbuh Freddy, harga saham blue chip, biasanya, mahal. Jadi, dia menyarankan agar membeli saham lapis kedua yang berpotensi memiliki pertumbuhan bagus untuk jangka panjang.

Mengenai pemilihan sektor nya, para perencana keuangan menyarankan Anda untuk melakukan diversifikasi. “Karena untuk dana pensiun, sebaiknya saham disimpan saja dan bukan untuk trading,” kata Freddy. 

 Obligasi

Surat utang (obligasi) jangka panjang di atas 15 tahun juga bisa menjadi pilihan. Sama seperti saham, sebaiknya, Anda menyimpan obligasi untuk jangka panjang, bahkan hingga jatuh tempo.

 Dari investasi obligasi, Anda bisa menikmati pembagian kupon atau bunga dan kenaikan harga. Untuk menekan risiko, para perencana keuangan lebih menyarankan Anda memilih obligasi pemerintah ketimbang korporasi.

Properti

Properti bisa menjadi sumber dana pensiun. Namun, menjual properti adalah pilihan paling akhir. Selain harganya tak murah, menjual properti juga tak gampang. Jadi, lebih baik menyewakan properti Anda untuk mendapatkan passive income.

Pemilihan jenis dan lokasi properti menjadi faktor krusial karena akan menentukan tingkat kenaikan harga dan permintaan sewa.

Nah, selamat merencanakan masa tua yang sejahtera!

Sumber dari :
 http://personalfinance.kontan.co.id/news/rencanakan-sejak-dini-agar-sejahtera-di-hari-tua

Tuesday, 13 August 2013

Tips dan Trik Dalam Membeli Mobil


Sebelum membeli mobil, ada dua pertanyaan besar yang harus Anda putuskan. Apa saja pertimbangannya, simak tulisan berikut.

1. Beli Mobil Baru atau Bekas?

Idealnya setiap orang ingin memiliki mobil baru. Penting untuk diingat bahwa mobil itu bukan investasi. Bahkan, mobil merupakan salah satu aset konsumsi yang mengalami penurunan nilai terbesar di tahun pertamanya. Oleh sebab itu, pikirkan bagaimana tingkat penggunaan mobil Anda kelak. Selain itu, keunggulan membeli mobil baru adalah adanya paket jaminan servis dari dealer mobil umumnya untuk 3 tahun pertama.

 Bila membeli mobil bekas, Anda harus mengetahui sejarah mobil yang dibeli. Selain itu, jangan ragu untuk membaca ulasan pakar atau pun mantan pengguna di koran atau majalah tentang jenis dan merek mobil tersebut. Jangan sampai Anda mengurangi anggaran beli di awal, namun nantinya mobil terus-menerus masuk bengkel dan butuh biaya perbaikan tinggi.

2. Sebaiknya tunai atau kredit?

Di saat bunga kredit sedang tinggi seperti saat ini, tentu saja akan lebih baik bila kita membeli secara tunai. Sehingga, arus kas bulanan dapat disisihkan lebih besar untuk kepentingan tabungan dan investasi, selain digunakan untuk biaya hidup. Namun, bila dananya belum mencukupi sedangkan kebutuhan sudah mendesak, maka pilihannya tentu secara kredit. Jika membeli dengan kredit kendaraan menjadi pilihan, perhatikan hal berikut;
  • Total Biaya Pembelian Mobil = Harga Beli + bunga kredit + biaya lainnya (asuransi, perbaikan).
  • Bandingkan opsi kredit. Carilah minimal 3 alternatif fasilitas kredit dari 3 bank atau lembaga pembiayaan sebelum anda membeli mobilnya. Bandingkan berapa suku bunga efektif (ilustasi: bunga 6% p.a. flat = 11.5% p.a efektif), biaya administrasi, biaya asuransi, dan provisi .
  • Jangan lupa untuk menyediakan down payment minimal 35% dari total harga beli mobil.
  • Jumlah cicilan kendaraan tidak lebih 20% penghasilan rutin bulanan.
Sumber dari :
 http://zapfinance.co.id/tips-membeli-mobil/

Menggabungkan Investasi Property dan Reksadana

 
Di awal tahun, para investor reksadana atau saham mungkin tengah dimabuk hasil investasi yang mencengangkan. Tapi memasuki kuartal ke 2, kondisi pasar saham, obligasi dan rupiah kita pelan-pelan melorot. Celakanya, pergerakan naik turunnya pun semakin lama makin besar. Dalam sehari, IHSG bisa saja melorot 3%.  

Melihat pasar yang bergejolak, mau tak mau para investor pun waswas melihat hasil investasinya di pasar finansial. Di sisi lain, investasi dalam properti ternyata sudah menjadi tren yang tengah naik daun. Begitu banyak investor yang tertarik untuk mulai melakukan diversifikasi asetnya dalam bentuk properti.

 Menurut Colliers International, Jakarta sebenarnya sudah menjadi hottest property market di dunia. Akibatnya, bukan hanya investor lokal yang memburu properti di Indonesia, tapi juga investor asing. Dari riset Colliers International harga strata title office di tahun 2008 baru Rp 15 juta per m2, di tahun 2012 sudah menjadi 25 juta per m2 naik 29% dari tahun sebelumnya. Sementara harga apartemen di 2008 hanya Rp 14 juta per m2, di tahun 2012 sudah menjadi 19 juta per m2 naik 12% dari tahun sebelumnya. Sementara untuk industrial harga di tahun 2008 baru US$ 55,55 per m2 dan di tahun 2012 menjadi US$ 143,93 per m2 naik 27% dari tahun sebelumnya.

 Kenaikan yang besar terjadi di tahun 2012 lalu, diperkirakan Colliers bisa terjadi lagi di 2013 dengan perkiraan 13%-15%. Pasalnya, perekonomian Indonesia masih tumbuh cukup tinggi dan inflasi juga bisa terjaga.

 Melihat perkembangan pasar ini, bukan mustahil kalau ada investor yang mulai tergiur mengambil atau menambah properti sebagai investasi. Menangkap peluang ini HSBC Wealth Management membuat produk investment link yang memungkinkan para nasabahnya mendapatkan investment loan dengan kolateral portofolio reksadananya.

 “Bunganya saya jamin kompetitif, tapi dari bunga yang normal ya bukan bunga promosi,” tutur Steven Suryana Head of Wealth Management HSBC Indonesia yang mengindikasikan bunga di kisaran 9%-11%.  

Untuk mendapatkan pinjaman ini, HSBC akan membuat proses yang lebih cepat, karena kolateral reksadana ada di HSBC. Menurut Steven, untuk kolateral di saham maka HSBC akan memberikan pinjaman sebesar 50%. Sementara untuk kolateral obligasi negara, HSBC bisa memberikan pinjaman sebesar 70%. “Jadi kalau Anda punya reksadana saham Rp 2 miliar, maka kita berikan pinjaman Rp 1 miliar,” terang Steven.

 Skema ini menurut Steven lebih bisa masuk dibandingkan memakai deposito sebagai kolateral. Pasalnya, nasabah tentu harus membayar negatif spread (selisih bunga) pinjaman yang lebih besar dibandingkan bunga deposito. Sementara dalam kolateral reksadana saham, investor berpotensi untuk mendapatkan hasil investasi double digit yang lebih besar dari bunga pinjaman.

 Menarik? Tentu saja investor tetap harus sadar risiko waktu mengambil skema ini. Misalnya, pada saat pasar saham dan obligasi benar-benar anjlok, investor tidak bisa menarik portofolio yang ada dalam kolateral. Selain itu, kalau sampai nilai aset dalam kolateral investor ternyata melorot dari nilai pinjaman, maka HSBC akan meminta investor melakukan top up.

Sumber dari :
 http://personalfinance.kontan.co.id/news/investasi-reksadana-dan-properti-kenapa-tidak

Monday, 12 August 2013

Tips Berinvestasi


Pilihan baik sangat mempengaruhi dalam keberhasilan hidup, salah satunya adalah menetukan investasi. Kesuksesan bisnis juga bergantung pada bagaimana cara kita mengelola pilihan-pilihan yang ada. Karena pada hakikatnya ilmu ekonomi seperti bisnis dan investasi adalah mengenai pilihan.

 Dalam investasi sangat bergantung pada banyak hal. Sebelum melakukan investasi ada bebera anjuran sebagai berikut : 

1. Rumuskan tujuan 

Tujuan harus lebih dahulu dirumuskan, apakah investasi bertujuan untuk :
  • Pengembangan modal
  • Menambah pendapatan bulanan
  • Untuk menyelamatkan aset, atau 
  • Sekedar hanya ingin dana cair lebih aman tempatnya dengan investasi.
2. Tentukan tenggang waktu 

Tenggang waktu adalah penggunaan dana untuk investasi dan pemenuhan kebutuhan riil. Jika memang ada cukup dana yang bisa diinvestasikan dalam waktu cukup lama, pilihan investasi akan semakin beragam. Dana itu harus benar-benar tidak dipakai dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau kebutuhan penting lainnya. 

3. Investasi sesuai kemampuan 

Syarat ini sedikit cukup berat tetapi mutlak di ikuti. Kita harus mampu investasi sesuai dengan dana yang tersedia dan harus bisa mengendalikan diri dan tetap rasional. Sering terjadi investor kebablasan dan akhirnya bangkrut karena mengambil pilihan investasi yang sesuai dengan kemampuan dengan iming-iming pendapatan besar. Seperti kata orang pintar, : jangan sampai kita memakan sesuatu yang tidak bisa kita telan. 

4. Gunakan beberapa instrumen investasi 

Seperti nasihat klasik dalam dunia investasi adalah “tidak menempatkan uang dalam satu bentuk instrumen investasi”. Ini merupakan kunci sukses yang harus diterapkan dan harus selalu diingat. Menempatkan dana pada beragam pilihan investasi (denga masing-masing resiko dan tingkat keuntungan), membuat total aset lebih aman dibandingkan menempatkan hanya pada satu pilihan investasi. 

 Dengan memahami hal-hal di atas akan mempermudah kita dalam memilih tipe investasi. Kelemahan utama pemodal kecil di bursa saham adalah portofolio yang terbatas. Karena itu deposito layak menjadi pilihan utama. Selain karena pendapatannya bersifat relatif pasti, deposito mendapatkan jaminan dari pemerintah. Dengan jaminan tersebut akan memberikan rasa aman bagi kita. 

Sumber dari :
 http://www.tipspengetahuan.com/tips-menentukan-pilihan-investasi-investasi